Saat ini, rasa ingin tahu seseorang terhadap sesuatu mulai mengendur. Salah satu sebabnya, adanya kemajuan teknologi yang memanjakan diri kita. Kondisi ini sangat tidak baik bahkan sangat merugikan. Salah satu dampak sampingnya yaitu orang tidak memiliki rasa percaya diri terhadap apa yang ada dalam dirinya. Sebenarnya ada cara efektif untuk memulihkan keadaan itu, asal kita tahu caranya dan mau melakukannya. Untuk itu luangkan waktu untuk mulai membangun karakter diri dengan C-4.

Coriusuty (keingintahuan)
Peradaban modern atau zaman modern, seperti sekarang ini,   di salah satu sisi membuat kehidupan lebih maju dengan ketersediaan teknologi, namun sisi lain berdampak negatif. Salah satu sisi negatif adalah orang enggan berusaha, maunya  semua tersedia. Lebih jauh lagi bahkan, manusia menjadi memiliki sifat enggan untuk mencari tahu. Buat apa mencari tahu, toh  semuanya telah ada. Sikap ini harus dibuang jauh-jauh dari kehidupan kita. Salah satu caranya dengan memberi tantangan agar berusahan mencari tahu tentang seuatu, apa saja. Minimal mencari tahu apa yang menjadi kesenangan.

Courage (keberanian)
Ada rasa bahagia dan bangga  ketika bisa menemukan atau mendapatkan apa yang ingin diketahui. Dari sini memunculkan rasa berani untuk keluar dari rasa tidak ingin tahu. Dan, akhirnya berani mendapat info baru yang sebelumnya belum pernah diketahui. Rasa berani ini perlu didorong terus agar menjadi orang yang terus ingin mencari tahu hal-hal lain.

Confidence (percaya diri)
Keingintahuan yang berbuah keberanian diri mengolah jiwa seseorang menjadi timbul percaya diri. Percaya diri bahwa saya bisa dan mampu menemukan sesuatu yang ingin saya ketahui. Selama ini keingintahuan orang terjawab karena sudah tersedia, tetapi tidak ada usaha keluar dari diri untuk menemukan sesuatu. Oleh karena itu, rasa percaya diri meskipun kecil, perlu diakumulasi dalam hati dan jiwa.  Dengan demikian  rasa percaya diri terbangun dengan sendirinya.

Constancy (konsisten)
Sulit memang mempertahankan keadaan yang telah tercapai selama ini. Memang penuh tantangan, tetapi teruslah bangun  rasa ingin tahu, keberanian, dan rasa percaya diri. Apa pun keadaanya, tidak ada alasan sehingga menjadi pembiasaan yang harus dijaga keajegannya. Jika memang perlu berhenti, berhetilah sejenak. Setelah itu terus lakukan sesuai dengan tahapan-tahapan yang telah dilalui. Dan, tanam dalam hati, rasa bangga terhadap diri sendiri.

Selama tiga puluh tahun, Marie Curie selalu berhadapan dengan radium -  yang belakangan dianggap sebagai zat yang membahayakan kesehatan- tanpa menggunakan pelindung. Hal inilah yang menyebabkan organ tubuhnya mengalami kerusakan yang tidak dapat disembuhkan.  Akan tetapi, hal tersebut dianggapnya sebagai risiko atas pekerjaannya, yang ia bayar demi kepentingan umat manusia.
(lagi…)

Orang yang memiliki keinginan kuat akan berusaha dengan penuh kesungguhan dalam mencapai tujuan yang ia cita-citakan. Ia bersedia mengorbankan apa saja untuk mencapai sukpola hidup positises.

Menurut etika kerja, masyarakat terbagi menjadi dua kategori: pertama, orang yang ingin bekerja, dan kedua orang yang terpaksa bekerja. Orang yang ingin bekerja tidak lagi memerlukan bantuan motivasi dari orang lain (eksternal). Mereka adalah orang-orang yang mampu memotivasi dirinya sendiri. Mereka menyusun jdawal kerja dan mengerjakannya sesuai dengan langkah yang mereke tentukan sendiri. Adapun tipe yang keduam, yaitu orang yang terpaksa bekerja, biasanya tidak mampu bekerja dengan baik. Tidak mengherankan jika prestasi kerja mereka selalu mendapatkan peringatan dari atasan.

Sikap positif dalam bekerjan akan membawa seseorang pada puncak kesuksesan. Sementara sikap yang negatif akan mendorong seseorang pada kesuraman hidup. Menyangkut sikap kerja ini, ada sebuah pepatah cina yang dengan indah menyatakan:”Orang-orang yang berjiwa besar memiliki kemauan, sedangkan mereka yang berjiwa kerdil hanya mampu berharap.”
(lagi…)

Ketidaktangkasan akan membunuh kemampuan manusia, sementara kerja keras akan mengembangkannya. Keinginan serta kesungguhan hati dalam berusaha adalah sebuah kemampuan yang tidak ternilai harganya.  Ada beberapa orang yang segera merasa enggan untuk bekerja keras ketika memulai sebuah usaha. Hal ini dikarenakan sejak awal mereka sudah merasa takut pada kegagalan. Padahal, menjadikan ketakutan yang demikian sebagai alasaambisi 2n untuk tidak berusaha adalah sebuah tindakan yang tidak masuk akal. Sesorang yang mengalami kegagalan seharusnya berusaha mempelajari mengapa usaha yang ia lakukan tidak mendatangkan hasil yang diinginkan. Ada kemungkinan, ia akan menemukan jawaban bahwa ia sudah menjadi tawanan dari rasa takutnya sendiri. Tak jarang kita temuai orang-orang yang menunda pekerjaannya dengan mengatakan,” Saya sedang tidak mood yang baik hari ini.” Hasilnya, penundaan tersebut hanya akan membuat pekerjaannya semakin menumpuk, hingga akhirnya sulit untuk diselesaikan.

Anda harus memanfaatkan hal terbaik dari diri Anda untuk menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan baik. Runtut adalah sebuah hukum alam. Jika Anda bekerja secara runtut dan teratur, Anda akan mendapatkan kebahagiaan dalam bekerja, sebagaimana Anda mendapatkan kesengana saat bermain. Bekerja merupakan salah satu bentuk ibadah. Jika hal ini dipahami, tentu kita akan senang untuk bekerja. Hanya orang yang memiliki sikap gemar bekerjalah  yang akan merasakan kesuksesan.
(lagi…)

Semangat juang yang redup hanya akan membuahkan kegagalan. Sebuah kesuksesan akan lebih mudah diraih ketika dicapai dengan api semangat yang menyala-nyala unttuk mengalahkan berbagai kesulitan berat.

ambisi 1

Apa yang terjadi jika sebuah kapal berlayar tanpa kemudi? Mungkinkah kapal itu dapat mencapai tujuannya tanpa kemudi? Tentu saja tidak. Kapal yang demikian hanya akan menjadi permainan ombak, terombang-ambing ke sana-kemari dipermainkan ombak. Demikian pula orang yang menjalani hidup tanpa ambisi, keadaanya tidak jauh berbeda dengan sebuah kapal yang berlayar tanpa kemudi. Hanya orang yang memiliki ambisi dan mau bekerjan keras untuk mencapai ambisi tersebut yang akan meraih kejayaan. Tidak ada seorang pun yang akan meraih kesuksesan tanpa memiliki ambisi.

Ambisi merupakan sebuah faktor penting karena ia adalah dorongan pertama yang akan menggerakkan hati seseorang untuk menapakkan kaki di jalan kesuksesan. Kendati demikian, jika dorongan ini tidak diikuiti dengan kerja keras dan keteguhan hati, tetap saja tidak ada hal yang bisa diraih. Anda dapat saja menanam bibit durian, tetapi Anda tidak bisa hanya duduk manis menunggu memanen buah duriah saat musim panen tiba. Tentu mustahil bukan? Anda harus berupaya agar dapat panen buah durian jika saatnya tiba. Anda harus bersedia merawat, menyirami, dan menjaga tanaman Anda tersebut dalam jangka waktu cukup lama. Hanya dengan kesabaran dan kerja keras yang terus-menerus yang akan memungkinkan Anda menikmati buah tersebut.
(lagi…)

Watak yang Harus Dihindari

ini-kunciAda sebagian orang yang sangat mengelu-elukan keunggulan sebuah pekerjaan, namun justru membenci pekerjaannya sendiri. Watak yang demikian haruslah dihindari. Gunawan seorang guru fisika di sebuah SMA favorit di kotanya. Ia memiliki kualifikasi edukasional yang luar biasa dan kepribadian yang mengesankan. Semua kemampuan tersebut seharusnya bisa membuatnya menjadi seorang pendidik yang baik. Akan tetapi, waktu sepuluh tahun yang ia luangkan dalam pekerjaan tersebut hanya memberikan sedikit manfaat baginya. Mengapa? Karena selama masa tersebut ia menyesali keputusannya untuk menjadi guru. Ia justru terus-menerus memenuhi pikirannya dengan khayalan bahwa kelak pada suatu hari ia akan menjadi seorang manajer bergaji besar di beberapa perusahaan raksasa. Anton adalah rekan kerja Gunawan. Ia baru bergabung di sekolah yang sama selama tiga tahun belakangan, tetapi ia sudah dikenal sebagai seorang guru yang sangat berkompeten dan efisien. Tidak hanya para siswa yang mengakui kualitas kerjanya, para rekan kerja di sekolah tersebut juga demikian. (lagi…)

Kecintaan Anda pada pekerjaanlah yang akan membantu Anda meraih sukses, bukan kolega, lingkungan, atau bahkan kritik menyangkut pekerjaan Anda.

Untuk mampucintai1 bertahan hidup, manusia harus memenuhi berbagai kebutuhannya, dan karenanya manusia harus bekerja. Pada akhirnya, sebagian besar dari mereka memilih untuk bekerja demi keuntungan materi. Kendati demikian, ada juga sebagian yang lain tidak hanya bekerja semata-mata demi memenuhi kehidupan hidup tersebut, melainkan juga demi kebahagiaan dan kesenangan mereka terhadap pekerjaan yang mereka lakukan.

Ada dua factor yang menentukan perilaku seseorang dalam menyikapi sebuah pekerjaan, yaitu beban kerja dan kemampuan orang yang bersangkutan. Beban kerja tentu saja merupakan factor yang cenderung akan membuat seseorang tidak menyukai pekerjaannya. Mengapa?? Oleh karena seberapa pun kuatnya seseorang, ia tidak akan pernah mampu untuk bekerja layaknya mesin. Sebaliknya, jika seseorang memiliki keterampilan yang ia butuhkan dalam melakukan pekerjaannya, maka tentu saja ia akan mampu untuk menjalani pekerjaan tersebut secara efisien dan penuh kebahagiaan. Sementara, jika seseorang tidak memiliki keterampilan yang dimaksud, maka tentu saja pekerjaan tersebut tidak akan berjalan efisien. Orang demikian akan menjadi beban majikannya ketimbang sebagai asset. Oleh karena itu, sama sekali tidak mengherankan jika majikan akan segera melupakan dan menyingkirkan mereka.
(lagi…)

Tukang kritik sama saja dengan pembersih cerobong asap, mereke meletakkan api di bawah cerobong, dan menakut-nakuti burung layang-layang yang sedang bersarang di atas; kemudian mereke akan merangkak menaiki cerobong tersebut, diselimuti dengan berbagai kotoran, dan tidak menyisakan apa-apa selain kotoran dan coreng-moreng arang bekas api yang ia bakar sendiri, kemudian mereka akan muncul di atap rumah, seolah-olah merekalah yang membangun cerobong asap tersebut. (Longfellow)

Kita di Mata Mereka

Kritik cenderung membuat kita merasa terluka karena kita belum membiasakan diri menyikapinya secara tepat. Kita beranggapan bahwa kita tanpa cacat. Kita selalu ingin agar orang lain menerima kita sebagai teladan yang sempurna. Sementara, orang lain akan menilai kita berdasarkan standar mereka masing-masing.

Tentu saja, mereka akan menemukan kekurangan pada diri kita. Akan tetapi, sebagian besar dari kita cenderung enggan melihat secuil pun kekurangan yang ada pada diri kita. Jika seseorang secara kebetulan memperlihatkan kekurangan kitakepada orang lain, kita dengan serta-merta akan mengabaikannya dengan mengatakan:”Pernyataan tersebut sama sekali tidak beralasan dan hanya berdasarkan pada prasangka belaka”.
(lagi…)

Tukang kritik sama saja dengan pembersih cerobong asap, mereke meletakkan api di bawah cerobong, dan menakut-nakuti burung layang-layang yang sedang bersarang di atas; kemudian mereke akan merangkak menaiki cerobong tersebut, diselimuti dengan berbagai kotoran, dan tidak menyisakan apa-apa selain kotoran dan coreng-moreng arang bekas api yang ia bakar sendiri, kemudian mereka akan muncul di atap rumah, seolah-olah merekalah yang membangun cerobong asap tersebut. (Longfellow)

Sanusi baru saja memenangkan lomba baca puisi di sekolahnya. Ia demikian senang dan bangga. Kebahagiannya semakin meningkat dengan ucapan selamat yang ia terima dari teman-temannya. Di rumah dia sangat bangga menceritakan keberhasilannya kepada seluruh anggota keluarga.

Keesokan harinya, keadaan tiba-tiba berubah, kejadian yang tidak dinyana-nyana oleh Sanusi. Palaguna, salah seorang kakak kelasnya mengejeknya bahwa kemenangan yang ia terima tidak lebih dari rasa kasihan tim juri kepadanya. Mendengar ejekan ini, semua kebagiaan yang ada di hati Sanusi lenyap seketika dan sebuah kemarahan segera menyelimutinya. Ia terlihat seperti bara api yang tersiram air. Alasan kemarahan Sanusi sangat jelas, ia tidak terima diejek oleh teman-teman sekolahnya. Sebagian dari kita, bahkan semuanya, cenderung mengharapkan pujian atas prestasi yang telah kita raih. Oleh karenanya, jika hal tersebut tidak terjadi, tak pelak lagi kita akan segera sakit hati.

(lagi…)

Kecerdasan yang sangat mengagumkan adalah imajinasi, yang jika digunakan secara tepat akan membuat seseorang mampu mengubah gemuruh air terjun menjadi sumber daya dan energi.

Menurut kamus, iimajinasimajinasi berarti sebuah kecederdasan konstruktif yang mampu mewujudkan kumpulan berbagai pengetahuan atau gagasan menjadi sebuah hal baru, murni, dan rasional; sebuah kecerdasan konstruktif meliputi puisi, seni, filsafat, dan ilmu pengetahuan. Adapun imajinatif terdiri atas dua jenis, yaitu sintetik dankreatif. Imajinasi sintetik mengandung pengertian sangat luas dan multi-tafsir. Imajinasi ini dapat digunakan untuk menguji sebuah kebenaran, konsep, dan gagasan, serta bisa menciptakan sebuah kombinasi dan perencanaan baru dari berbagai hal tersebut. Semua orang mempunyai imajinasi sintetik dalam tingkatan yang berbeda-beda. Sementara imajinasi kreatif biasanya hanya dimiliki oleh para seniman, penulis, musisi, dan ilmuwan yang masuk dalam golongan maestro saja.

(lagi…)

Halaman Berikutnya »

  • Stop Bugil
  • Meta

  • Kategori Awan

    Kepimpinan Kepribadian motivasi Uncategorized