mengeluhPerilaku yang baik adalah karakter penting bagi orang sukses. Seseorang yang ingin meraih kesuksesan tidak boleh meninggalkan tata karma meskipun keadaan sedang tidak bersahabat.

Bram adalah seorang mahasiswa yang sedang mempersiapkan tugas akhirnya untuk memperoleh gelar sarjana. Sebagai seorang mahasiswa yang cerdas dan pekerja keras, ia selalu berusaha menjadi yang terbaik dalam setiap pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler lainnya. Suatu ketika, yaitu ketika dies natalis universitas, di kampusnya diadakan lomba debat. Bram merupakan salah satu peserta. Ia dengan sungguh-sungguh mempersiapkan keikutsertaannya itu. Ia membaca beragam buku dan majalah untuk menambah referensi baru yang berhubungan dengan topic yang diperlombakan. Di samping itu, ia juga tidak segan-segan meminta bimbingan dari para dosen. Ia juga melakukan banyak sekali latihan sebelum hari H lomba debat. Ia terlihat sangat bersemangat selama mengikuti perlombaan, sebuah refleksi percaya diri dari persiapan-persiapan yang sudah dilakukannya.

Malam harinya, saya menemui Bram untuk menanyakan hasil lomba debat yang ia ikuti. Ia menjawab dengan murung,” Saya hanya meraih tempat ketiga.” Ia menambahkan,”Saya yakin, para juri sangat tidak adil. Mereka pilih kasih.” Ia berusaha membuktikan anggapannya itu dengan menceritakan sikap-sikap tidak menyenangkan dari para juri.

Tidak ada salahnya seseorang berusaha keras untuk meraih penghargaan tertinggi dalam setiap kegiatan yang diikuti. Akan tetapi, penting sekali bagi orang tersebut untuk menyadari bahwa semua orang juga bisa jadi memiliki kemampuan dan kesungguhan yang sama. Orang lain sangat mungkin juga memiliki prestasi yang sama bagusnya, atau bahkan jauh lebih baik. Seseorang yang salah dalam menilai kemampuan diri sendiri, dan berpikir bahwa hanya ia seorang dirilah yang unggul dalam semua hal, adalah seseorang yang cenderung akan mengalami kekecewaan.

Untuk menghindari rasa frustrasi yang melumpuhkan, seseorang harus membangun pandangan hidup yang seimbang. Sebagai contoh, ketimbang terus merasa sakit hati dan mengeluhkan keputusan dewan juri, Bram seharusnya menyukuri keberhasilan yang sudah ia capai. Tidak semua orang bisa meraih tempat ketiga yang saat ini berhasil ia raih. Bagaimana pun juga, ketidakberhasilannya meraih tempat pertama dalam lomba debat tersebut tidak serta-merta akan menutup jalan menuju kesuksesan. Ketimbang tenggelam dalam kesedihan, seharusnya ia memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengevaluasi ulang prestasinya secara objektif dan mencari di mana letak kesalahan yang bisa jadi sudah ia lakukan secara tidak sadar. Cara ini merupakan jalan yang baik dalam mencapai kesuksesan di masa mendatang. Karena dengan melakukan evaluasi ulang, seseorang akan mampu menghindari kesalahan yang sama di masa depan.

Karman berambisi menjadi pengusaha sukses dalam dunia bisnis. Setelah ia memperhitungkan berbagai kemungkinan tentang penghasilan yang akan ia raih, serta waktu yang ia perlukan dalam membangun usahanya, ia berkesimpulan bahwa keberhasilan bukanlah sebuah hal yang mustahil. Ia membangun sebuah toko di suatu lingkungan elit. Semau orang berpikir bahwa keberhasilannya hanya tinggal menunggu waktu. Akan tetapi, setelah berjalan selama dua tahun, kesuksesan yang dinanti-nanti tidak kunjung datang. Mengapa? Apakah tidak banyak pembeli yang berbelanja di tokonya sehingga ia tidak mendapat keuntungan sebagaimana ia harapkan?

Sebenarnya cukup banyak pengunjung yang hadir di tokonya, terutama saat ia mengadakan obral besan-besaran. Namun, inflasi yang terjadi secara tiba-tiba telah membuat para pembeli menjadi penuh perhitungan dan mulai menunjukkan rasa segan dalam berbelanja. Karman tidak menyukai sikap tersebut. Jika setelah melihat-lihat berbagai barang para pengunjung tidak jadi membeli, serta-merta ia bersikap kasar pada mereka. Sikap buruk ini membuat para pembeli takut, sehingga menyebabkan bisnisnya semakin merosot. Beberapa pembeli yang merasa tersinggung dengan sikap Karman secara berterus terang mengatakan,” Kami tidak membeli barang Anda tanpa tujuan tertentu. Ketika kami harus membayar mahal, kenapa kami tidak boleh memeriksa kualitas barang yang Anda jaul?”

Tata Krama akan Mendatangkan Keuntungan

Sekarang Karman lebih banyak mengeluh karena para pembeli mulai berhenti mengunjungi tokonya. Ia seharusnya tahu bahwa sapi yang terus dicambuk tidak akan menghasilkan susu. Demikian pula sikap yang banyak mengomel akan membuat seorang pengusaha bangkrut, karena sikap kasarnya tersebut akan menakut-nakuti para pembeli. Perilaku yang baik adalah karakter penting bagi orang sukses. Seseorang yang ingin meraih kesuksesan tidak boleh meninggalkan tata karma meskipun keadaan tidak sedang bersahabat. Orang yang mengerti arti sebuah kesuksesan akan sepenuhnya menyadari bahwa kesabaran yang ditunjukkan terhadap para pembeli selama masa-masa sulit tidak akan sia-sia. Sebaliknya, sikap demikian akan mendapatkan balasan di saat keadaan mulai membaik. ( Maaf bersambung . . . )

Iklan