Semua masalah yang ada di dunia tidak akan mampu menghancurkan manusia, kecuali masalah-masalah itu merasuk ke dalam jiwanya. Keberhasilan akan datang kepada siapa saja yang bersedia untuk belajar mengatasi semua rintangan dalam hidupnya.

Pepatah kuno mengatakan,“Mengalami kesalahan merupakan suatu hal yang manusiawi.” Artinya siapa saja yang namanya manusia pasti melakukan kesalahan. Kebijaksana yang terkandung dalam pepatah tersebut menjelaskan bahwa kita tidak perlu merasa berkecil hati ketika kita tidak mampu mencapai kesuksesan hanya dalam usaha pertama kita. Lagi pula, mengharapkan sebuah kesuksesan yang instant sama artinya mengundang sebuah frustrasi.

Pramana berambisi menjadi seorang pegawai di suatu instansi pemerintah. Guna mewujudkan keinginannya, ia mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh ketika mendapat kesempatan mengikuti tes seleksi penerimaan pegawai di instansi tersebut. Ia mempunyai banyak waktu untuk mempersiapkan diri, karena pelaksanaan tes seleksi masih beberapa bulan ke depan. Hal ini membuatnya sangat bersemangat dan berharap dapat lulus dalam ujian penerimaan tersebut. Semasa kuliah, Pramana dikenal sebagai mahasiswa yang cerdas dan selalu meraih nilai tertinggi dalam semua mata kuliah yang diikutinya.

Pada saat ujian seleksi tiba, ia terbukti mampu menyelesaikan ujian tersebut dengan sangat baik. Hal ini membuatnya menjadi sangat percaya diri bahwa kesuksesannya sudah di depan mata. Tak lama hasil ujian pun diumumkan. Apa yang terjadi? Ia sangat terkejut karena ia tidak mendapati namanya dalam daftar peserta yang lulus. Kenyataan ini membuat hatinya hancur. Sangat jelas kesedihan tergambar di wajahnya. Ia sama sekali tidak mengerti apa yang menjadi penyebab kegagalannya. Ia pada akhirnya menyalahkan takdir, dan dikatakan takdir tidak berpihak kepadanya. Kekecewaan Pramana tidak sampai di situ, dia bahkan memutuskan tidak akan pernah mengikuti ujian penerimaan pegawai negeri sipil lagi.

Asisah, teman Pramana juga mengikuti ujian seleksi peneminaan CPNS yang sama. Ia juga tidak kalah dalam mempersiapkan diri menghadapi ujian seleksi itu. Ia juga berharap diterima sebagai pegawai negeri sipil. Namun sama dengan Pramana, Asisah juga tidak lulus dalam seleksi itu. Kegagalan itu membuatnya sangat sedih dan kecewa. Akan tetapi, ada satu hal yang membedakan dia dengan Pramana, yaitu Asisah tidak membiarkan kegagalannya itu mempengaruhi pikirannya. Perasaan kecewanya hilang dalam beberapa hari, setelah itu dia kembali tenang. Ia bahkan bertekad untuk kembali mengikuti ujian penerimaan PNS tahun depan.

Sayangnya, meskipun Asisah sudah berusaha lebih keras ketimbang tahun sebelumnya, ia masih belum lulus juga. Asisah pun kembali merasakan kekecewaan yang sama. Kekecewaan itu wajar saja, bayangkan dua kali berturut-turut ia gagal dalam ujian penerimaan PNS. Akan tetapi, sikapnya yang pantang menyerah benar-benar merupakan sebuah sikap yang bisa diraih. Ketimbang tenggelam dalam kekecewaan, Asisah kembali menanamkan tekadnya untuk kembali mengikuti ujian seleksi PNS tahun depan.

Betapa bahagianya Asisah, setelah tiga kali mencoba akhirnya ia berhasil lulus. Ia merasa bahagia karena berhasil menjadi staf medis di rumah sakit pemerintah. Bagaimana dengan kabar Pramana? Karena ia bertekad tidak akan pernah mencoba lagi, kini dia menjadi orang yang patah semangat dan kehilangan gairah. Dapat Anda lihat bahwa rahasia kesuksesan Asisah terletak pada sikapnya yang tidak mudah menyerah saat kegagalan menghantamnya. Ia benar-benar memiliki sebuah ambisi dan berusahan sangat keras untuk mewujudkan impian tersebut menjadi kenyataan sehingga tidak mengherankan jika pada akhirnya ia berhasil meraih mimpinya.

Keberhasilan akan datang kepada mereka yang bersedia belajar mengatasi semua rintangan dalam hidupnya. Mengomentari tentang pentingnya sikap tenang dalam menghadapi masalah, seorang penulis mengatakan,”Semua masalah yang ada di dunia tidak akan pernah bisa menghancurkan seorang anak manusia, kecuali jika masalah-masalah tersebut mampu merasuk ke dalam jiwanya . . .”

Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari kisah Pramana dan Asisah tersebut? Jelas sekali bahwa orang yang ingin meraih kesuksesan tidak perlu merasa takut membuat kesalahan. Mereka tahu pasti bahwa kesuksesan yang instant hanyalah merupakan mimpi di siang bolong. Mereka akan menyikapi sebuah kegagalan sebagai sebuah keberhasilan yang tertunda.

Sampai saat ini puisi-puisi karya Keats masih dianggap sebagai tipe puisi romantis paling sempurna. Perlu Anda ketahui bahwa puisi-puisi itu tidak serta merta lahir dalam penerungannya. Dalam membuat karyanya, Keats terlebih dahulu menuliskan puisinya, lalu memperbaikinya, menulisnya lagi, lalu memperbaikinya lagi, dan terus berulang sampai puisi tersebut menjadi sempurna. Kisah ini semakin menguatkan kesimpulan bahwa sebuah karya luar biasa merupakan hasil dari proses trial and error.

Dengan perkataan lain, sebuah kesalahan dan kegagalan menyimpan sebuah nilai pendidikan yang penting. Ketika kita melakukan sebuah kesalahan, maka yang perlu kita lakukan adalah mengakui kesalahan tersebut dan berusahan sekuat tenaga untuk memperbaikinya. Kita juga harus yakin bahwa kesalahan tersebut tidak akan terulang lagi di masa depan. Sikap seperti ini merupakan kunci dalam meraih kesuksesan. J.S. Murrel dengan tepat mengatakan,” Banyaknya waktu yang Anda habiskan dalam usaha meraih kesuksesan bukanlah hal penting harus Anda pertimbangkan. Sebaliknya pertimbangan yang harus Anda pikirkan adalah kecerdasan saat Anda melakukan usaha tersebut, dan yang lebih penting lagi adalah pelajaran apa yang bisa Anda peroleh dari kesalahan yang sudah Anda lakukan.”

Ketekunan merupakan rahasia sukses dalam segala hal. Para ilmuwan besar, seperti Michael Faraday, Albert Einstein, Lavoiser, Avogadro serta para penemu piranti pendukung kehidupan seperti Wrigh bersaudara (penemu pesawat terbang) dan para penemu hebat lainnya, tentu tidak serta merta menghasilkan teori dan hasil yang mereka kehendaki, semua melalui proses trial and error. Mereka tidak hanya sekali berusaha. Sebaliknya, mereka mencapai kejayaan tersebut karena mereka tidak pernah takut ketika melakuka kesalahan, dan justru mereka belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut. Mereka memahami betapa berharganya kalimat,”Tidak ada kata terlambat untuk melakukan perbaikan.”

Jalan menuju kesuksesan, seperti jalan meraih cinta sejati, sering kali bergelombang dan berat. Dan jalan yang demikian, suatu saat sangat mungkin akan membuat Anda terpeleset, meskipun Anda telah menata langat dengan sangat hati-hati. Dan ini belum seberapa. Dalam keadaan yang demikian, lawan-lawan Anda sangat akan menambah rintangan yang harus Anda lalui dengan menjegal langlah Anda, atau melakukan apa saja agar Anda patah semangat. Akan tetapi, mereka yang mampu bersikap bijak tidak akan pernah membiarkan para musuhnya menjadi pihak yang meraih kemenangan. Layaknya seorang pengemudi yang ahli, orang yang bijak dengan lihai akan berusaha mengatasi rintangan hidup yang mereka hadapi dan tidak pernah gentar dengan kesengsaraan. Ia tetap akan berusaha dengan gigih hingga akhrinya mampu meraih keberhasilan.

Tidak seharusnya kita takut kepada kegagalan. Kegagalan bukan sebuah hal yang buruk. Kegagalan merupakan sebuah anugerah yang tersembunyi. Kegagalan berperan penting dalam membangun dan memperkuat karakter kita. Orang yang pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya kelak akan menjadi orang yang penuh perasaan dan kemuliaan hati. Mereka tidak akan pernah mencela kesalahan orang lain, dan sebaliknya mereka akan mendukung kesuksesan orang lain dengan sikap simpatik dan penuh pengertian.

Ketahuilah, kesalahan yang disikapi dengan baik dapat memunculkan semangat yang menjadi factor penting dalam meraih sukses. Orang yang telah mengalami proses kesalahan dan memperbaikinya akan memiliki sikap yang tangguh. Ia, sepenuhnya mengerti bahwa kesuksesan tidak akan datang dengan duduk manis saja. Seperti seorang petani yang ingin mendapatkan panen yang melimpah, ia terlebih dahulu harus bekerja keras, menghadapi teriknya sengatan matahari, kencangnya angin, dan derasnya hujan dengan rasa percaya diri dan semangat yang kuat.

Iklan