Ketakutan adalah musuh bebuyutan dari keberanian. Ketakutan yang ada dalam diri manusia adalah pengakuannya, secara sadar atau bawah sadar terhadap kelemahan spiritual, moral, dan fisiknya sendiri. Ketakutan yang ada dalam diri seseorang hanya akan menunjukkan ketidakmampuan orang tersebut dalam mengatasi keadaan, ketidakberdayaan dalam melakukan tindakan yang sesusungguhnya ia inginkan. (Helen Crane)

Sejarah perakeberaniandaban modern merupakan adalah sejarah tentang keberanian yang ditunjukkan oleh orang-orang hebat, laki-laki dan perempuan dalam berbagai bidang kehidupan. “Pegunungan Aplen tidak akan menghalangi kita,” kata Napoleon saat memimpin pasukannya melintasi pegunungan tersebut menuju Italia dan meraih kemenangan. Sosok pahlawan nasional, Jendral Sudirman, walaupun harus ditandu, tetapi keberania dan semangatnya luar biasa, demi kemerdekaan Indonesia. Demikian juga, pahlawan nasionan India, Bhagat Singh dan Chandra Shakher Azad dengan gagah berani mengorbankan masa muda mereka dalam memperjuangkan kemedekaan India.

Keberanian di medan perang memang tak diragukan lagi kehebatannya. Akan tetapi, aplikasinya di berbagai bidang lain kehidupan juga memiliki makna yang sama pentingnya. Anda mungkin tidak asing dengan musisi legendaries, Beethoven. Tahukan Anda bahwa Beethoven mengalami tunarungu total sejak muda? Akan tetapi, mengapa dia dapat menciptakan simponi yang begitu indah dan memukau? Inilah rahasianya, ternyata ketidakmampuannya (dalam hal mendengarkan) tidak membuatnya patah semangat dalam berkarya. Demikian juga dengan Keats sang penulis puisi termasyhur itu, ia menderita sakit paru-paru pada masa mudanya. Namun, penyakitnya itu tidak menghalanginya untuk tetap berkarya. Beberapa teman Keats bahkan sering menghina penyakitnya dengan sinis, dan menyarankan agar Keats berhenti menulis puisi dan berkonsentrasi pada pekerjaannya sebagai asisten dokter untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Akan tetapi apa yang dilakukan Keats, ia tidak mempedulikan berbagai komentar menyakitkan tersebut dan terus mengejar cita-citanya dengan penuh keteguhan. Pada akhirnya, ia berhasil mendapatkan penghargaan dan tempat terhormat dalam sejarah perjalanan puisi Inggris.

Chairil Anwar, seorang penulis puisi terkenal angkatan 45, juga patut diajungi jempol. Kehidupan rumah tangganya tidak harmonis, dapat dikatakan dia seorang yang broken home. Semangat mudanya dan keyakinannya untuk dapat menghidupi dirinya sendiri membawanya menjadi penulis puisi ternama. Di India, nama Munshi Prem Chand dihargai sebagai tokoh penting dalam sejarah kesusastraan. Munshi hidup dalam kemelaratan. Anugerah bakat luar biasa yang ia miliki sesungguhnya bisa membuatnya dengan mudah memperoleh pekerjaan yang lebih menguntungkan. Namun, ia dengan tegas telah memutuskan untuk hidup dari pena, dan ia tidak keluar dari keyakinanya meskipun ia menghadapi berbagai rintangan besar.

Keberanian adalah vitamin mental terbaik di dunia. Keberanian lahir dari kesadaran terhadap sebuah keyakinan. Keberanian akan memberi ketentraman dan ketenangan bagi siapa pun yang memilikinya, dan akan membantu orang tersebut bertahan menghadapi keadaan paling sulit sekalipun. Sejarah menuliskan bahwa Raja Porus menjadi tawanan setelah ia dikalahkan oleh Alexander Agung. Pada saat itu, Alexander menanyakan kepadanya,” Bagaimana caraku untuk memperlakukanmu?” Dengan tenang Raja Porus menjawab,” Layaknya seorang raja.” Jelas sekali terlihat bahwa kekalahan yang ia terima tidak serta merta menghancurkan dirinya.

Demikian juga dengan para sahabat Rasulullah Muhammad SAW, ketika awal penyebaran Islam di Mekah. Penguasa kafir pada saat itu selalu menangkap para pengikut Rasulullah dan selalu menjatuhi hukuman mati jika tidak mau keluar dari Islam. Bagi penguasa kafir, agama Islam merusak ajaran yang telah turun-temurun dianutnya. Namun, apa yang terjadi? Tidak satu pun para pengikut nabi yang bersedia keluar dari Islam, walaupun hukum pancung siap menantintya. semua ini karena keyakinan akan kebenaran ajaran yang dibawa Rasulullah Muhammada SAW. Coba camkan sabda Rasulullah yang mulia ini,” Katakanlah yang benar, walaupun itu pahit.” Perhatikan pula ucapan dari seorang bijak ini,” Mengetahui yang benar, namun tidak bersedia melakukan hal tersebut adalah sikap yang amat sangat pengecut.” (Confucius)

Keberanian memungkinkan seseorang untuk memiliki kedudukan yang khusus di tengah-tengah masyarakat, sementara kurangnya keberanian akan mendorong seseorang pada kesengsaraan. Apa yang dapat menyebabkan hilangnya keberanian diri dari seseorang? Ketakutan adalah musuh bebuyutan dari keberanian. Helen Crane menyatakan, Ketakutan adalah musuh bebuyutan dari keberanian. Ketakutan yang ada dalam diri manusia adalah pengakuannya, secara sadar atau bawah sadar terhadap kelemahan spiritual, moral, dan fisiknya sendiri. Ketakutan yang ada dalam diri seseorang hanya akan menunjukkan ketidakmampuan orang tersebut dalam mengatasi keadaan, ketidakberdayaan dalam melakukan tindakan yang sesusungguhnya ia inginkan.”

Ketakuan akan membuat seseorang tenggelam dalam perbudakan. Ketakutan akan merampas semua energi yang ada dalam dirinya. Ketakukan akan membuatnya kalah dalam pertarungan yang sebenarnya dapat ia menangkan. Tidak mengherankan jika ada yang menyatakan, bahwa ketakutan membunuh lebih banyak orang ketimbang penyakit dan perang. Orang yang mengembangkan sikap mental,” Aku takut kalau-kalau aku tidak berhasil,” adalah orang yang ditakdirkan untuk mengalami kegagalan. Seseorang yang memiliki mental kalah seperti itu, terlepas dari kemauan dan kemampuannya yang sangat besar. Tidak akan pernah berhasil mencapai keinginan dan tujuannya.

Sudah seharusnya pemikiran negatif semacam itu Anda singkirkan dari pemikiran Anda. Bagaimana cara menyingkirkan pemikiran negatif itu? Renungkan firman Allah berikut,” Aku (Allah) tidak akan mengubah nasib suatu kaum (bangsa) jika kaum (bangsa) itu tidak berusaha mengubahnya.” Jadi Allah saja tidak memberi harga mati tentang nasib seseorang, jika orang itu mau berusaha mengubah nasibnya, pasti Allah akan memberi jalan untu memperbaiki nasih orang tersebut. Orang yang mudah menyerah kepada nasib adalah orang bodoh. Tahukah Anda siapa yang mudah menyerah itu? Mereka adalah orang yang secara sengaja meninggalkan pekerjaannya separuh jalan hanya karena sebuah dugaan yang tidak berasalan bahwa ia akan mengalami kegagalan. Shakespeare menegur orang seperti itu melalui bait syaitnya:

Para pengecut talah berkali-kali mati jauh sebelum kematiannya,

Sementara pemberani hanya merasakan satu kali kematian saja.”

Selain keberanian, keyakinan adalah sebuah hal penting yang harus dimiliki seserong sebagai pembukan jalan menuju kesuksesan. Keyakinan adalah rasa percaya diri seseorang terhadap kemampuannya melakukan berbagai hal, serta rasa percaya terhadap teman dan rekan kerjanya bahwa mereka akan bekerja sama dalam sebuah pekerjaan yang ia pilih untuk ia jalankan. Keyakinan atau sikap percaya diri memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap orang lain, dan ia bisa menular bagai wabah.

Rasa percaya diri yang besar dimiliki oleh para pemimpin besar. Gandhi menunjukkan kekuatan dari keyakinan yang sangat menakjubkan ketika ia memerang penjajah Inggris demi kemerdekaan India. Ia memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari orang-orang yang sezaman dengannya., meskipun ia tidak memiliki perangkat pendukung sebuah kekuata, seperti keuangan, kenderaan perang, tentara, atau peralatan perang lainnya. Dale Carnegie mengungkapkan rasa percaya diri Gandhi melalui kalimat berikut,” Gandhi memang tidak punya harta, rumah, ataupun pakaian yang bagus, tetapi ia memiliki kekuatan sangat luar biasa. Dari mana ia mendapatkan kekuatan tersebut? Ia mendapat kekuatan tersebut melalui pemahamannya terhadap prinsip keyakinan, serta melalui kemampuannya dalam menanamkan keyakinan tersebut ke dalam pikiran dua ratus juta orang.”

Contoh lain yang menggambarkan kekuatan yang luar biasa dari sebuah keyakinan adalah kisah Winston Churchill. Saat Hitler mengumumkan Perang Dunia II, Inggris sama sekali tidak memiliki persiapan untuk menghadapi musuh yang tangguh tersebut. Bahkan, Inggris terhuyung-huyung dalam serangan musuh dan jatuh dalam penderitaan. Pada saat itu, bukan saja reputasi Inggris yang terkenal sebagai negeri adidaya yang dipertaruhkan, melainkan kelangsungan hidup mereka sebagai bangsa. Pada masa krisis itu, Inggris membutuhkan hadirnya seorang penyelamat. Churchill tampil untuk menghalau keputusasaan dari bumi Inggris dan menghidupkan kembali harapan meraih kemenangan di hati para saudara sebangsa dan setanahairnya.

Bagaimana cara Churchill menyelesaikan tugas berat ini? Ia memiliki keyakinan yang tak tergoyahkan terhadap kemampuannya dalam memimpin rakyatnya. Ia menyadari bahwa warga Inggris siap mengorbankan apa saja demi meraih kemenangan, namun sayangnya mereka sudah terlanjut patah semangat. Untuk membangkitkan semangat ini, ia dengan lantang menyampaikan sebuah pidato,”Saya tidak memiliki apa-apa untuk saya tawarkan pada kalian, selain kerja keras, darah, air mata, dan keringat. Kita akan melakukan perlawanan sampai titik akhir. Kita akan berjuang dengan keyakinan dan kekuatan yang terus bertambah. Kita akan berperang di lautan, di udara, di darat, di jalan-jalan, atau di bukit. Dan, kita tidak akan pernah menyerah.”

Keberanian dan keyakina bukanlah anugerah bagi segelintir orang di dunia. Kedua sift ini dapat ditumbuhkan dengan sebuah usaha yang keras. Shakespeare pernah mengatakan,”Tidak ada hal yang baik atau hal yang buruk, kecuali jika pikiran kita menciptakannya.” Dengan kata lain, ketika pikiran seseorang mengalami perubahan, maka seseorang yang bersangkutan juga akan berubah. Biarkan pikiran Anda berenang dalam lautan keberanian, dan prinsip”keinginan melahirkan kesenangan” akan menghadirkan perbaikan luar biasa dalam pepribadian Anda. (selesai)

Keajaiban lahir dari ibu yang namanya keyakinan, dan keberhasilan lahir dari ayah yang namanya upaya. Maka jika kita bicara atas nama Tuhan, jangan berbicara tentang tidak mungkin karena kalau Tuhan menghendaki tinggal berkata: “Jadilah, maka jadilah ia.”

— Mario Teguh —

Iklan