Kecintaan Anda pada pekerjaanlah yang akan membantu Anda meraih sukses, bukan kolega, lingkungan, atau bahkan kritik menyangkut pekerjaan Anda.

Untuk mampucintai1 bertahan hidup, manusia harus memenuhi berbagai kebutuhannya, dan karenanya manusia harus bekerja. Pada akhirnya, sebagian besar dari mereka memilih untuk bekerja demi keuntungan materi. Kendati demikian, ada juga sebagian yang lain tidak hanya bekerja semata-mata demi memenuhi kehidupan hidup tersebut, melainkan juga demi kebahagiaan dan kesenangan mereka terhadap pekerjaan yang mereka lakukan.

Ada dua factor yang menentukan perilaku seseorang dalam menyikapi sebuah pekerjaan, yaitu beban kerja dan kemampuan orang yang bersangkutan. Beban kerja tentu saja merupakan factor yang cenderung akan membuat seseorang tidak menyukai pekerjaannya. Mengapa?? Oleh karena seberapa pun kuatnya seseorang, ia tidak akan pernah mampu untuk bekerja layaknya mesin. Sebaliknya, jika seseorang memiliki keterampilan yang ia butuhkan dalam melakukan pekerjaannya, maka tentu saja ia akan mampu untuk menjalani pekerjaan tersebut secara efisien dan penuh kebahagiaan. Sementara, jika seseorang tidak memiliki keterampilan yang dimaksud, maka tentu saja pekerjaan tersebut tidak akan berjalan efisien. Orang demikian akan menjadi beban majikannya ketimbang sebagai asset. Oleh karena itu, sama sekali tidak mengherankan jika majikan akan segera melupakan dan menyingkirkan mereka.

Ketika Anda memilih sebuah pekerjaan, Anda harus mempertimbangkan kemampuan Anda. Sebagaimana kita ketahui, banyak kawula muda sering kali tergoda oleh pekerjaan yang bersifat mewah. Mereka sama sekali mengabaikan syarat yang diperlukan oleh sebuah pekerjaan dan jarang sekali bersedia melihat dalam pola piker jangka panjang. Akibatnya bisa sangat berbahaya. Perlu Anda ingat bahwa ambisi tanpa kemampuan tidak akan mengantarkan sebuah kesuksesan.

Wisnu membuka sebuah toko spare-part mobil yang cukup besar. Bahkan ia melengkapi tokonya dengan berbagai macam variasi mobil. Ia berharap segera menjadi seorang pengusaha yang sukses, namum ia tidak memiliki kemampuan yang ia butuhkan, hingga hanya dalam waktu setahun kemudian, ia mengalami kerugian hampir separuh dari seluruh modal usaha yang ia keluarkan.

Sebelum memilih sebuah pekerjaan, Anda harus mempertimbangkan berbagai aspek yang melingkupi pekerjaan Anda. Begitu Anda sudah memilihnya, Anda harus berpegang teguh pada pekerjaan tersebut. Mengapa??? Karena banyak orang yang selalu merasa tidak puas dengan pekerjaan apa pun yang sudah mereka pilih. Akibatnya, mereka terus-menerus berusaha untuk mengganti-ganti pekerjaan mereka. Watak yang demikian merupakan sebuah hambatan bagi tercapainya kesuksesan. Untuk menapak anak tangga kesuksesan, di bidang pekerjaan apa saja, Anda membutuhkan efisiensi serta pengalaman yang luas. Anda tidak akan mampu mengusai kemampuan ini dengan terlalu sering bergantu pekerjaan. Ada untungnya memang sering berganti pekerjaan, dengan melakukan hal tersebut Anda mendapat pengalaman serta pengetahuan awal tentang beragam pekerjaan. Namun ingatlah, pengetahuan tersebut tidak akan membantu Anda dalam meningkatkan kualitas kerier Anda. Apalagi pada zaman ini, di mana spesialisasi kerja merupakan kebutuhuan yang bersifat universal, sebuah sikap yang tidak dilengkapi dengan kemampuan sama sekali tidak bisa diandalkan dalam meraih sebuah karier yang memuaskan.

Cintailah pekerjaan Anda, apa pun pekerjaan itu!!! Tentu saja pekerjaan yang diridhoi Allah. Jangan pernah mengeluh mengenai pekerjaan Anda. Kecintaan pekerjaan akan melahirkan sebuah semangat dalam diri Anda untuk memelihara pekerjaan tersebut. Imbalannya akan sangat luar biasa. Hanya melalui sebuah pekerjaan, Anda akan mampu mewujudkan ambisi Anda. Sekali lagi, hanya melalui sebuah pekerjaanlah Anda akan mampu menunjukkan segenap kemampuan Anda. Prestasi para ilmuwan, seniman, serta tokoh-tokoh perubahan sosial merupakan bukti nyata dari hal ini.

Marie Curie lahir di Warasawa, Polandia 8 November 1867, kala itu para wanita tidak diizinkan untuk mempelajari sains. Ketika ia mencari pembelaan di Krakow University, ia diberi tahu bahwa sains bukanlah sebuah wilayah bagi para wanita. Ia justru ditawarkan untuk masuk di jurusan tata boga! Pada akhirnya, ia berangkat ke Sorbonne University di Prancis, dengan tekad bulat untuk mempelajari sains. Di sana, setelah melakukan penelitian yang mendalam selama beberapa tahun (1898), ia menemukan radium dan memenangkan Hadiah Nobel atas prestasinya tersebut. Ia mampu melakukan penemuan yang luar biasa karena ia mencintai pekerjaanya, dan menolak untuk menyerah begitu saja pada kesulitan yang menghadang.

Selain itu, dunia barangkali akan tetap berada pada cengkeraman malaria jika Ronald Ross tidak bersiteguh dalam melakukan peneliatian di tengah beranekaragam kesulitannya. Selama beberapa tahun awal ia selalu mengalami kegagalan. Bahkan, saat ia menemukan penyebab malaria, ia sendiri sudah demikian lelah. Ia bahkan baru menyadari penemuannya tersebut setelah ia bangun dari tidur. Keperawatan juga tidak akan menjadi profesi mulai bagi wanita jika bukan atas jasa serta kegigihan Florence Nightingale. (bersambung ke bag-2).

Iklan