Watak yang Harus Dihindari

ini-kunciAda sebagian orang yang sangat mengelu-elukan keunggulan sebuah pekerjaan, namun justru membenci pekerjaannya sendiri. Watak yang demikian haruslah dihindari. Gunawan seorang guru fisika di sebuah SMA favorit di kotanya. Ia memiliki kualifikasi edukasional yang luar biasa dan kepribadian yang mengesankan. Semua kemampuan tersebut seharusnya bisa membuatnya menjadi seorang pendidik yang baik. Akan tetapi, waktu sepuluh tahun yang ia luangkan dalam pekerjaan tersebut hanya memberikan sedikit manfaat baginya. Mengapa? Karena selama masa tersebut ia menyesali keputusannya untuk menjadi guru. Ia justru terus-menerus memenuhi pikirannya dengan khayalan bahwa kelak pada suatu hari ia akan menjadi seorang manajer bergaji besar di beberapa perusahaan raksasa. Anton adalah rekan kerja Gunawan. Ia baru bergabung di sekolah yang sama selama tiga tahun belakangan, tetapi ia sudah dikenal sebagai seorang guru yang sangat berkompeten dan efisien. Tidak hanya para siswa yang mengakui kualitas kerjanya, para rekan kerja di sekolah tersebut juga demikian. Memang diakui bahwa ada beberapa jenis pekerjaan yang tidak menawarkan kesempatan untuk berkembang bagi orang-orang yang berbakat. Jika Anda ditempatkan dalam posisi kerja yang demikian, maka secara otomatis Anda memiliki sebuah alasan untuk mengalami ketidakpuasan. Namun demikian, tidak seharusnya ANda membenci pekerjaan tersebut. Watak yang tidak puas seperti itu sulit disembuhkan. Watak seperti ini hanya akan membuat Anda merasa tidak nyaman dan tidak bahagia. Satu-satunya jalan keluar dari kondisi seperti itu adalah dengan terus bersikap waspada, memperhatikan datangnya sebuah kesempatan dengan sabar, serta memanfaatkan kesempatan tersebut ketika ia benar-benar datang. Lingkungan juga memiliki pengaruh yang signifikans terhadap kecintaan ANda pada pekerjaan. Lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan, memungkinkan seorang pekerja untuk meraih prestasi kerja dan efisiensi yang tinggi. Sebaliknya, semangat kerja yang tidak menyenangkan akan menumpulkan semua semangat kerja. Jika ANda yakin bahwa lingkungan kerja Anda amat sangat tidak bersahabat, pastilah ANda akan segera berpikir untuk melakukan sebuah perubahan. Sikap demikian memang sah-sah saja. Akan tetapi, Anda tidak boleh terlalu sensitif dengan lingkungan kerja Anda. Jika Anda memilih untuk bersikap terlalu sensitif, maka Anda tidak akan merasakan kebahagiaan di mana pun juga. Karena Anda akan selalu mengharapkan sebuah lingkungan kerja yang sempurna. Abraham Lincoln dan Gandhi tidak akan pernah meraih tujuan mereka jika mereka terus-menerus memilih untuk menunggu hadirnya sebuah lingkungan yang sempurna. Anda akan mampu menciptakan sebuah lingkungan kerja yang bersahabat dengan mengadaptasikan diri pada lingkungan tersebut. Anda harus menghindari konfliks dengan rekan kerja ANda. Anda tidak boleh meremehkan mereka. Sikap meremehkan orang lain akan menjebak Anda ke dalam sebuah lingkaran setan penghinaan yang kelak akan dibalas penghinaan. Sebaliknya, kerja sama dengan rekan kerja akan mengantarkan Anda pada sebuah lingkungan kerja yang menyenangkan. Poin penting lainnya yang harus diketahui adalah Anda tidak boleh sama sekali mengkritik atasan Anda, terutama di hadapan rekan-rekan kerja, terlebih lagi di hadapan mereka yang akrab dan dekat dengan atasan ANda. Mengapa?? Kemungkinan besar mereka akan menceritakan hal tersebut untuk mendapatkan kemenangan dengan mengorbankan ANda. Hal ini tentu akan memperpahit hubungan ANda dengan atasan. Jika Anda bersikap bermusuhan dengan atasan Anda, maka sama sekali ANda tidak akan mampu meraih kebahagiaan kerja, terlepas dari semua kemampuan dan efisiensi ANda. Ada sebagian orang yang merasa kecewa dengan pekerjaan mereka hanya karena mereka tidak mendapatkan gaji yang besar. Mardian menerima 1 juta dalam satu bulan. Akan tetapi ia tidak puas denga gaji tersebut. Ia berpikir bahwa seseorang yang memiliki kemampuan dan kualifikasi seperti dirinya, sangat layak untuk menerima gaji yang lebih tinggi. Ia sama sekali tidak berpikir, bahkan untuk sejenak saja, bahwa ia sudah menerima waktu yang sangat luang dari pekerjaannya yang sekarang. Dan, ia bisa memanfaatkan waktu luang tersebut untuk melakukan rekreasi bersama keluarganya. Ia bisa juga meluangkan waktu tersebut untuk menyegarkan kembali semangat kerjanya. Akan tetapi, ia sama sekali tertutup dari fakta dan memilih untuk tidak memikirkan keuntungan-keuntungan tersebut. Ia gagal melihat bahwa orang-orang yang bergaji tinggi yang selama ini ia kagumi hanya menerima sedikit waktu luang, sehingga jarang sekali mereka bisa bergabung bersama keluarga masing-masing. Gaji yang tinggi sesungguhnya sama aritnya dengan tanggung jawab serta beban pekerjaan yang lebih besar pula. Barangkali, tidak ada seorang pun berakal sehat yang bersedia menukarkan kedamaian hatinya dengan beberapa keeping koin tambahan. Ketika ANda selalu dikejar pekerjaan, maka tidaklah mengherankan jika ANda segera terperangkap dalam sebuah keadaan yang monoton. Untuk menghindari keadaan yang monoton, ANda harus memiliki waktu luang untuk menyalurkan hobi ANda. Penyaluran sebuah hobi akan mengurangi segala bentuk ketegangan serta kelelahan yang ditimbulkan oleh pekerjaan ANda. Dengan menyalurkan hobi, ANda akan mampu kembali bekerja dengan kesegaran dan semangat yang baru (… selesai)

Iklan