Orang yang memiliki keinginan kuat akan berusaha dengan penuh kesungguhan dalam mencapai tujuan yang ia cita-citakan. Ia bersedia mengorbankan apa saja untuk mencapai sukpola hidup positises.

Menurut etika kerja, masyarakat terbagi menjadi dua kategori: pertama, orang yang ingin bekerja, dan kedua orang yang terpaksa bekerja. Orang yang ingin bekerja tidak lagi memerlukan bantuan motivasi dari orang lain (eksternal). Mereka adalah orang-orang yang mampu memotivasi dirinya sendiri. Mereka menyusun jdawal kerja dan mengerjakannya sesuai dengan langkah yang mereke tentukan sendiri. Adapun tipe yang keduam, yaitu orang yang terpaksa bekerja, biasanya tidak mampu bekerja dengan baik. Tidak mengherankan jika prestasi kerja mereka selalu mendapatkan peringatan dari atasan.

Sikap positif dalam bekerjan akan membawa seseorang pada puncak kesuksesan. Sementara sikap yang negatif akan mendorong seseorang pada kesuraman hidup. Menyangkut sikap kerja ini, ada sebuah pepatah cina yang dengan indah menyatakan:”Orang-orang yang berjiwa besar memiliki kemauan, sedangkan mereka yang berjiwa kerdil hanya mampu berharap.”

Orang yang memiliki keinginan kuat akan berusaha penuh kesungguhan dalam mencapai tujuan yang ia cita-citakan. Ia sama sekali tidak gentar menghadapi kesulitan. Ia bersedia mengorbankan apa saja untuk menikmati kesuksesan.  Sebaliknya, orang yang mampu berharap tanpa usaha adalah seorang pemimpi. Ia bukan tipe pelaku. Tidak mengherankan jika khayalannya sering kali membuatnya menjadi bahan ejekan dari orang-orang di sekitarnya.

Tepat sekali jika ada ungkapan yang mengatakan,” Kita tidak mendapat apa yang kita inginkan, tetapi kita akan mendapat apa yang kita usahakan.” Kita semua dianugerahi bakat atau kemampuan lainnya. Tidak ada seorang pun yang tidak memiliki bakat. Namun, kenapa ada orang yang sukses dan yang lainnya justru gagal? Jawabannya tidak sulit dicari.  Orang-orang yang sukses meraih keberhasilan karena mereka berusaha keras dalam mengasah dan memanfaatkan bakat serta kemampuan mereka. Motto mereka adalah ” Beusaha merupakan jalan menuju sukses.” Dengan penuh semangat mereka terus mengejar tujuan mereka sampai tujuan tersebut tercapai.

Sebaliknya orang-orang yang gagal adalah orang yang tidak mau berusaha merawat dan mengasah bakat serta kemampuan mereka. Mereka memilih untuk hanya sebagai pengkhayal.  Mereka selalu menunggu keajaiban atau durian runtuh. Dengan kata lain, mereka membiarkan rasa puas mereka pada diri sendiri menghilangkan kemampuan mereka. Keputusasaan akhirnya tidak bisa dihindari oleh orang-orang seperti ini. Alih-alih bergelimang dalam kejayaan dan kesuksesan, mereka justru akan mengalami hidup yang sengsara.

Sejarah hidup para tokoh besar, laki-laki dan perempuan, telah membuktikan bahwa keberuntungan akan berpihak pada mereka yang bekerja dengan sungguh-sungguh. Mereka jelas sekali tidak mengharapkan keberhasilan jatuh dari langit tanpa mereka berusaha keras terlebih dahulu.

Nama Marie Curie dikenal abadi dalam dunia sains. Pada tahun 1891, saat ia berangkat dari Polandia menuju Sorbonne University di Paris, permasalahan ketimpangan gender masih mengakar kuat, bahkan di negera-negara Eropa, dan kaum perempuan dianggap tidak pantas mempelajari sains. Saat salah seorang profesor melihat ia berada di ruang kelas, ia berkata, ” Saya melihat di kelas kita ada seorang perempuan. Apa yang ia lakukan di sini? Kenapa tidak menghabiskan waktu di dapur saja?” Bagaimana perasaan Marie Curie??? Hebat… ia tidak berkomentar apapun terhadap ucapan profesor itu.  Marie tidak membiarkan komentar-komentar seperti ini menghancurkan semangatnya, dan kekerasan hati yang ia tunjukkan terbukti mampu meluluhkan hati para pengajarnya.

Di balik keberhasilan Marie Curie yang abadi, terdapat usaha keras selama bertahun-tahun. Dalam buku harianya tertulis,” . . . Kadang-kadang, saya menghabiskan waktu selama seharian untuk mengaduk berbagai zat kimi dengan pengaduk batang besi yang besarnya hampir sebesar badan saya. Sore hari, saya pulang ke rumah dengan punggung yang seakan-akan patah karena kepayahan.” (bersambung ke bag-2)

Iklan