Senyum adalah Sedekah

Bening Hati, 1 Juli 2009. Banyak cara yang bisa kita tempuh untuk memuliakan diri. Ada yang yang sederhana, ada cara yang rumit. Ada cara yang mudah dan murah, ada cara yang sulit dan mahal. Kita ambil saja cara yang mudah dan murah karena saya yakin cara mudah dilakukan oleh siapa pun, termasuk Anda tentunya.

Modal senyum, itu saja, sudah merupakan sedekah yang luar biasa. Senyum melambangkan persahabatan, senyum juga melambangkan kegembiraan. Walaupun mudah dilakukan, ternyata banyak orang yang enggan melakukannya. Mengapa?? Bermacama alasan bisa kita dengar. Entah karena tidak kenallah, karena tidak levellah, atau karena memang enggan tersenyum.

Banyak di antara kita yang enggan tersenyum apalagi menyapa dengan orang yang notabene kehidupan sosialnya di bawah kita. Lihat saja di kantor-kantor, banyak karyawan yang enggan menyapa tukang sapu di kantor itu. Banyak penumpang yang enggan tersenyum ketika turun dari angkot, tersenyum pun tidak apalagi mengucapkan terima kasih. Ketahuilah, bapak/bapak sopir angkot, tukang sapu, kenek-kenek angkot, tukang becak akan merasa terhormat jika kita tersenyum kepada mereka.  Mereka merasa dihormati atau “diuwongke” basa jawanya. Kalau tersenyum itu sedekah, mengapa kita enggan tersenyum. Tapi….jangan tersenyum kalau cuma cari simpati. Tersenyumlah dengan tulus..itu saja dan perhatikan apa yang terjadi…

Kenapa Harus Begitu, ya?

Bening Hati, 7 Desember Suatu hari temenku datang berkunjung ke rumah. Mobilnya baru Toyota Arios (?) 2003. Ia bercerita bahwa semalam dia bawa mobilnya untuk menghadiri pesta perkawinan saudaranya. Aku bertanya dalam hati: wah mobilnya mewah (sedan silver), miyayeni, siplah bagi kelasku.

“Mobilnya baru mas, harga berapa?”, tanyaku membuka pembicaraan. “Iya mas, harganya 115 juta rupiah,” jawab temanku. Ia memang mempunyai usaha membuka toko peralatan sekolah. Makanya aku bertanya lagi,”Apa mobil ini juga dipakai untuk belanja barang? Ia menjawab,”Iya, sebenarnya aku dulu mau beli mobil niaga (tipe stasion, misal Carry), tapi istriku ndak mau, takut kalau nanti dimintai bantuan nganter layatan, ke rumah sakit, atau dipinjem untuk ngantar mantenan. ”

Aku lantas berpikir: kenapa jadi begitu ya? Bukankah mobil bisa kita jadikan ladang amal kebaikan kita? Kenapa kita mesti menolak amal hanya orang pinjam mobil kita untuk melayat, jagong mantenan, atau urusan sosial lainnya? Mengapa ya . . ?

Haruskah menolak berbuat kebajikan padahal kita mampu melaksanakannya?

Bening Hati, 13 Desember Ada saja alasan manusia untuk menolak suatu kebajikan, walaupun kebajikan itu sangat dianjurkan. Belum lama berlalu umat Islam menjalankan ibadah kurban. Seperti kita ketahui bahwa menyembelih binatang kurban merupakan salah satu jenis ibadah, yaitu ibadah nusyu’. Banyak ulama berpendapat ibadah kurban bukan hanya sunah, artinya boleh dikerjakan atau boleh tidak, tetapi merupakan ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan, apalagi bagi yang berkemampuan. Namun ada saja manusia yang menolaknya.

Sudah kebiasaan di daerah kami, menjelang pelaksanaan kurban, misalnya kurang dari 1 atau 2 bulan, seseorang yang sangat peduli terhadap ibadah kurban ini, sebut saja Bu Dullah, berupaya menghimpun kelompok kurban. Seperti kita ketahui bahwa 1 sapi dapat diniatkan untuk 7 orang. Nah, daripada 7 orang dengan membawa masing-masing seekor kambing, Bu Dullah mengajak 7 orang tersebut untuk membeli seekor sapi. Agak mahal memang, tetapi lebih mudah dalam pengelolaan kurban (penyembelihan dan pembagian daging kurban).

Dari satu rumah ke rumah lainnya, Bu Dullah mencoba mencari anggota kelompok. Tentu saja ibu tadi tidak mendatangi semua rumah, tetapi hanya mendatangi tuan rumah yang dipandang mampu untuk berkurban. Satu dua tuan rumah berhasil direkrut menjadi anggota kelompok. Di tengah perjalanan, Bu Dullah berpapasan dengan seorang bapak, sebut saja Pak Jono yang menjadi salah satu target kunjungannya.

“Maaf Bu Dullah, tahun ini saya tidak ikut kurban dulu. Saya harus membiayai anak saya yang sebentar lagi masuk SMA. Saya juga harus membiayai keponakan saya yang kebetulan juga akan masuk SMA. Saya ikut tahun depan saja,” kata Pak Jono mendahului.

Saya tahu persis, Pak Jono berpenghasilan cukup besar. Belum lama ini, dia menjual tanah seharga 40 juta rupiah. Uang sebanyak itu semula ditabung, kemudian dibelikan sebidang tanah, lalu dijual lagi tanah itu. Saya juga tahu bahwa anak-anaknya telah mendapatkan asuransi pendidikan. Menurut saya, kalau hanya untuk membeli seekor kambing pasti uangnya masih cukup untuk menyekolahkan anak dan keponakannya. Dia tidak tahu atau lupa bahwa semua rezeki yang ia terima karena Allah ta’ala dan berkurban juga merupakan salah satu wujud syukur atas rezeki yang telah diterimanya. Lebih parah lagi Pak Jono berjanji akan ikut kurban tahun depan. Apakah dia dapat menjamin bahwa umurnya masih terpelihara hingga ibadah kurban tahun depan? Dan lagi, apakah ia dapat menjamin bahwa uangnya masih tersisa hingga ibadah kurban tahun depan? Selagi kita diberi kemampuan dan kesempatan, gunakanlah dengan sebaik-baiknya untuk berbuat kebajikan. Untuk beribadah kepada Tuhan, jangan dihitung secara ekonomi dan matetik. Mengapa kita harus menolak kebajikan jika kita mampu melaksanakannya?


Mengapa Kita Susah Bertindak Disiplin?

Bening Hati, 17 Desember Tidak seperti kantor pemerintah, pada hari Sabtu kantor tempatku bekerja tetap masuk, mesti jam kerjanya hanya sampai jam 11.45 WIB, makhlum perusahaan swasta. Hari itu aku datang agak pagi sebenarnya, meskipun tidak terlalu pagi. Ketika sampai di tempat parker, di situ sudah ada 2 mobil. Tempat parkir mobil itu hanya cukup untuk 10 mobil yang diparkir secara berderet, jadi deret pertama 5 mobil dan deret kedua juga 5 mobil. Mobil yang datang awal mestinya menempati parker di deretan pertama. Akan tetapi 2 mobil yang datang awal tadi parker di deretan kedua. Otomatis deretan pertama (depan) kosong, mestinya dapat digunakan untuk parker dua mobil. Secara kebetulan mobil saya mobil ketiga yang masuk tempat parkir. Aku hanya geleng kepala, mengapa dua mobil ini tidak mau parkir di deretan pertama? Menurutku, kedua pemilik mobil ini egois, artinya tidak memikirkan tempat parkir mobil yang datang belakangan. Ingatlah temen kita juga memerlukan tempat parkir.

Memang dengan parkir di deretan kedua (belakang) pemilik mobil lebih leluasa untuk keluar. Beda halnya dengan pemilik mobil deretan pertama, jika ingin keluar mobilnya tentu saja terhalang mobil di belakangnya. Agar bisa keluar ia harus lapor saptam agar pemilik mobil di belakangnya bersedia memindahkannya (menelpon pemilik mobil di deretan kedua). Sebenarnya bisa saja tidak perlu menelpon pemilik mobil di deretan kedua, jika pemilik mobil itu melepas hand rem-nya, tinggal dorong . . urusan selesai.

Berbuat baik, misalnya perilaku displin memang seyogyanya tidak dilakukan sendirian. Artinya tindakan disiplin akan lebih berarti jika dilakukan bersama-sama, bukan berarti bertindak displin sendirian itu sia-sia, tidak sama sekali. Untuk itu mari berdisiplin mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, dan mulai sekarang juga.


Mario Teguh “Golden Ways

Sebuah acara yang dianjurkan untuk ditonton

Bening Hati, 20 Desember Pertama kali menyaksikan acara Mario Teguh “Golden Waysdi MetroTV, saya langsung tertarik. Materinya penuh inspirasi dan motivasi. Pak Mario sang motivator terbaik di Indonesia ini, memberi banyak nasihat kebaikan. Untuk kemuliaan diri pribadi, keluarga, kehidupan, berkasih sayang dan kecintaan pada Tuhan Motivasi yang disampaikan kepada audien maupun pemirsa di rumah cukup santun, dengan rangkaian kata yang bermakna. Setiap rangkaian kata yang diucapkan Pak Mario seolah menghipnotis audien di studio. Untuk memecah kesan serius, sesekali Pak Mario menyampaikan humor segar yang memancing auiden untuk tertawa. Tertawanya audien pun penuh makna, bukan seperti sedang melihat lawakan, tetapi lebih pada menertawakan dirinya sendiri.

Selain penampilan Pak Mario Teguh yang selalu prima, presenternya pun tidak kalah prima, seperti Charles Bonar Sirait, Ulli Herdiansyah, dan Choky Sitohang. Setting studio yang cukup dinamik membuat Pak Mario leluasa menyampaikan materi. Acara ini diawali dengan menampilkan sebuah lagu yang berkaitan dengan tema yang akan dibahas.

Acara motivasi interaktif ini disiarkan dua kali seminggu di MetroTV, yaitu Minggu malam pukul 19.00 WIB dan Jumat siang pukul 13.00 WIB. Meluangkan waktu untuk menonton acara ini tidaklah sia-sia jika dibandingkan dengan pencerahan yang kita terima.

Seperti apakah tampilan acara GOLDEN WAYS, bagi Anda yang belum sempat menyaksikan Anda dapat mencoba menyaksikan cuplikan acara GOLDEN WAYS berikut.

.

4 Tanggapan to “CURHAT”

  1. panji Says:

    yah begitulah kita semua harus saling berbagi demi peningkatan kualitas hidup . . . salam panji

  2. septiyan7 Says:

    Tiada yang indah di dunia ini kecuali kebeningan hati yang dapat digali dari wahyu illahi.. ikhlaskanlah diri Anda untuk berbuat baik lalu pehatikan apa yang terjadi . . .

  3. risfy Says:

    Om tau cara nampilin file pdf di blog?

    1. septiyan7 Says:

      untuk Risfy..Anda bisa coba daftar dulu di: http://www.ziddu.com atau di http://www.google.com. Di situ ANda bisa nitip file pdf, kemudia kalau mau upload tinggal pasang link-nya di artikel blog Anda..semoga membantu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Stop Bugil
  • Meta

  • Kepimpinan Kepribadian motivasi Uncategorized